5 Saham Blue Chip yang Masih Murah di Awal 2026


Memasuki awal 2026, pasar saham memang sedang dinamis, tapi satu hal yang tidak berubah: kualitas selalu punya harga. Banyak yang terjebak mencari saham "gorengan" demi cuan kilat, padahal saham blue chip dengan fundamental baja sedang memberikan diskon yang jarang terjadi.

Kita tidak bicara soal spekulasi, tapi soal peluang menjemput aset besar saat harganya masih di bawah nilai wajar. Berikut adalah 5 saham blue chip yang secara valuasi masih "murah" dan layak masuk radar investasi Anda tahun ini.


1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. – BBRI

Meskipun suku bunga global mulai stabil, BBRI tetap menjadi raja kredit mikro. Saat ini, rasio Price to Book Value (PBV) mereka masih berada di bawah rata-rata lima tahun terakhir.

  • Kondisi: Ekspansi ke segmen ultra mikro melalui Holding UMi semakin solid.

  • Target: Realistis untuk jangka menengah dengan dividen yield yang tetap menggiurkan.

2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. – TLKM

Transformasi digital dan dominasi data center membuat Telkom tetap relevan di 2026. Harganya sempat terkoreksi karena sentimen teknologi, namun secara operasional, cash flow mereka tetap tebal.

  • Kondisi: Valuasi PE Ratio jauh lebih rendah dibanding kompetitor regional.

3. PT Astra International Tbk. – ASII

Astra adalah cerminan ekonomi Indonesia. Dengan beralihnya fokus ke ekosistem kendaraan listrik (EV) dan sektor non-otomotif, ASII menunjukkan resilience yang luar biasa.

  • Kondisi: Dividend payout ratio yang konsisten tinggi menjadikannya pilihan aman.

4. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. – ICBP

Sektor konsumsi tidak pernah mati. ICBP berhasil menjaga margin meski harga komoditas fluktuatif. Secara historis, ICBP jarang berada di level harga "diskon" seperti sekarang.

  • Kondisi: Ekspansi pasar global (Pinehill) mulai membuahkan hasil signifikan pada laba bersih.

5. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. – ADRO

Transisi energi memang berjalan, namun kebutuhan energi transisional tetap tinggi. Adaro kini bertransformasi menjadi perusahaan energi hijau, namun dihargai pasar seolah-olah hanya perusahaan tambang biasa.

  • Kondisi: Kas perusahaan sangat melimpah untuk melakukan terobosan bisnis baru.


"Membeli saham bagus di harga mahal adalah risiko, tapi membeli saham luar biasa di harga murah adalah strategi pemenang."

Kesimpulan: Eksekusi Berdasarkan Data

Jangan sekadar ikut-ikutan tren. Investasi yang cerdas selalu berbasis pada data dan kesabaran. Kelima saham di atas adalah pemimpin pasar di sektornya masing-masing. Jika Anda memiliki dana "nganggur", ini adalah waktu yang tepat untuk menyusun portofolio yang kokoh.

Referensi lain, silahkan kunjungi link ini : CuandiSaham
Mau tratkir kopi, klik link ini : SociaBuzz
Support, klik link ini : Saweria
NgopIslami.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar